<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DAMAR</title>
	<atom:link href="http://myskul.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://myskul.wordpress.com</link>
	<description>MY LIVE</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 22:20:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='myskul.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/69b939a1b1b2b4a757bae30189a7a01a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DAMAR</title>
		<link>http://myskul.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>saya</title>
		<link>http://myskul.wordpress.com/2009/11/12/saya/</link>
		<comments>http://myskul.wordpress.com/2009/11/12/saya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 22:17:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myskul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myskul.wordpress.com/2009/11/12/saya/</guid>
		<description><![CDATA[kalo ingin tau saya , add fb saya 

damarmancok@yahoo.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=66&subd=myskul&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[kalo ingin tau saya , add fb saya 

damarmancok@yahoo.com<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=66&subd=myskul&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myskul.wordpress.com/2009/11/12/saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c82b2d100a59ee4b669b9c1bfdb04438?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myskul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Facebook</title>
		<link>http://myskul.wordpress.com/2009/09/18/facebook/</link>
		<comments>http://myskul.wordpress.com/2009/09/18/facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 20:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myskul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myskul.wordpress.com/2009/09/18/facebook/</guid>
		<description><![CDATA[damarmancok@yahoo.com
kunjungi facebook akuh ea
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=65&subd=myskul&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>damarmancok@yahoo.com</p>
<p>kunjungi facebook akuh ea</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myskul.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myskul.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myskul.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myskul.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myskul.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myskul.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myskul.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myskul.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myskul.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myskul.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=65&subd=myskul&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myskul.wordpress.com/2009/09/18/facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c82b2d100a59ee4b669b9c1bfdb04438?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myskul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ditetapkan untuk Mati tapi Hidup dan Bernyanyi</title>
		<link>http://myskul.wordpress.com/2008/06/14/ditetapkan-untuk-mati-tapi-hidup-dan-bernyanyi/</link>
		<comments>http://myskul.wordpress.com/2008/06/14/ditetapkan-untuk-mati-tapi-hidup-dan-bernyanyi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 02:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myskul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myskul.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Ditetapkan untuk Mati tapi Hidup dan Bernyanyi
Submitted by admin on Sel, 23/01/2007 &#8211; 12:07. » Kategori : Pertobatan

Terbayang suatu ingatan yang menyakitkan, jika Gloria Atmaja mengetahui penyebab atas keadaannya sekarang ini. Gloria mengalami tekanan batin yang amat dalam, karena keadaan fisik yang sangat tidak menguntungkan dan tidak memungkinkan bekerja di perusahaan, begitu juga keadaan ekonomi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=60&subd=myskul&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ditetapkan untuk Mati tapi Hidup dan Bernyanyi<br />
Submitted by admin on Sel, 23/01/2007 &#8211; 12:07. » Kategori : Pertobatan</p>
<h4><span style="color:#ff6600;"><br />
Terbayang suatu ingatan yang menyakitkan, jika Gloria Atmaja mengetahui penyebab atas keadaannya sekarang ini. Gloria mengalami tekanan batin yang amat dalam, karena keadaan fisik yang sangat tidak menguntungkan dan tidak memungkinkan bekerja di perusahaan, begitu juga keadaan ekonomi yang kurang sehingga tidak dapat melanjutkan ke universitas. Gloria lahir dalam keadaan cacat pada kedua tangan dan kakinya.</span><span id="more-60"></span><span style="color:#ff6600;"></p>
<p>Gloria tumbuh ditengah-tengah keluarganya sebagai anak pendiam, pemalu dan tertutup. Gloria dan enam saudaranya dibesarkan hanya oleh mama karena papanya sudah meninggal sejak Gloria berusia tiga tahun. Ia selalu mengalami ketakutan dan kegelisahan jika ada seseorang mendekati dan ingin bersahabat dengan dia karena dipikirnya pasti orang itu akan mengejek keadaannya. Masa remajanya dilewati tanpa ada teman-teman yang mau menghabiskan waktu bersama dengannya, sehingga ia merasa sangat kesepian dan semakin tenggelam dalam kesendiriannya.</p>
<p>Berjalannya waktu tidak memberikan perubahan berarti bagi Gloria, ia berteriak dalam kemarahannya, &#8220;Mengapa aku harus mengalami penderitaan ini? Mengapa aku harus lahir cacat? Mengapa aku harus menderita sepanjang hidupku? Lebih baik aku mati&#8230;&#8230;aku tidak kuat menghadapi hari esok&#8230;&#8230;.&#8221; Hening dan tidak ada jawaban&#8230;&#8230;tidak juga pertolongann baginya.</p>
<p>Dalam keputusasaan Gloria berseru kepada Tuhan, ia tidak tahu Tuhan mana yang ia minta pertolongan karena ke gereja merupakan hal asing baginya. Tapi Tuhan memiliki rencana lain dalam hidup Gloria, ditengah ibadah Allah menjamah hatinya yang memberikan kedamaian dalam hati. Bulan Maret 1986, Gloria menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi dalam hidupnya dan menerima baptisan pada bulan Agustus. &#8220;Saya memperoleh kasih baru karena sebelum menerima Yesus, saya selalu menangis dan merasa tidak ada seorangpun yang mengasihi dan menerima saya apa adanya. Tetapi setelah saya menerima Dia, saya percaya bahwa Yesus telah memiliki rencana terbaik dalam hidup saya, saya merasakan hidup yang penuh dengan cinta dan harapan kepada Tuhan.&#8221;</p>
<p>Waktu telah berjalan dua tahun sejak pertobatannya, selain mama yang sangat menentang keputusan Gloria untuk menjadi Kristen juga kenyataan pahit yang harus dihadapinya. Kenyataan tentang diri dan kecacatan yang dialaminya, yang diceritakan oleh tantenya. Entah dorongan apa, tantenya bercerita mengapa kecacatan itu dialaminya.</p>
<p>&#8220;Gloria, apa yang diceritakan mamamu itu hanyalah suatu kepercayaan dan cerita untuk tidak menyakiti hatimu saja ini penyebab kecacatanmu sebenarnya. Mama menyadari bahwa dirinya telah mengandung 3 bulan dan akan melahirkan anak yang ketujuh. Mama kebingungan dan tidak meyangka hal itu, Ia berpikir akan diberi makan apa dan bagaimana pendidikannya nanti, sedangkan untuk menghidupi enam anak saja sudah sangat sulit. Perasaannya kacau pada waktu itu dan tidak tahu dari mana akan didapat seluruh biaya untuk melahirkan dan merawat bayinya.</p>
<p>Dalam segala kebingungannya, mamamu memutuskan menggugurkan kandungannya. Segala usaha dicobanya untuk menggugurkan bayi itu, mulai dari minum jamu, obat-obatan sampai dengan pijit. Semua yang dilakukannya tersebut tidak menyebabkan bayi itu gugur, lalu mama punya pikiran seandainya bayi itu lahir akan diserahkan kepada orang lain. Dan tiba waktunya bayi itu lahir, dan ternyata bayi itu mengalami kecacatan di kedua tangan dan kakinya. Hati mama hancur melihat keadaan bayinya dan memutuskan untuk memelihara sendiri bayinya dan membatalkan persetujuan untuk memberikan bayinya kepada orang lain.&#8221;</p>
<p>Gloria merasakan seolah-olah dunia runtuh dengan segala isinya. Tangis, kemarahan, kesedihan, keputusasaan semuanya bercampur jadi satu. Gloria menyadari dari mana rasa kebencian dirinya pada mama berasal, kebencian yang amat dalam. &#8220;Mama tidak pernah membedakan semua anaknya, semua diperlakukan sama. Tapi saya tidak tahu menggapa, selalu memberontak dan menentang mama. Apa yang saya minta dari mama dan tidak dituruti akan menyebabkan saya sangat marah. Hubungan saya dan mama tidak selayaknya hubungan anak dan mamanya.&#8221; Hal itu berlangsung sampai siang itu ketika tantenya bercerita yang menyebabkan semakin dalamnya kebencian Gloria terhadap mamanya.</p>
<p>Gloria dihadapkan pada kenyataan bahwa ia harus mengampuni mamanya atas perbuatan terhadap dirinya. Gloria terus bergumul, sampai suatu saat ia mengikuti retret didengarnya Firman Allah dengan jelas seolah-olah Allah sedang berbicara sendiri, &#8220;Aku sudah mengenal engkau sebelum engkau dibentuk dalam kandungan ibumu. Engkau sangat berharga di mataKU dan mulia, Aku mengasihi engkau.&#8221; Saat itu perlahan Gloria menerima kesembuhan atas luka batinnya dan berusaha terus untuk mengampuni mamanya.</p>
<p>Tuhan terus memproses hidup Gloria, setelah mengalami penyembuhan luka batin Gloria mulai mendapat tawaran untuk mengajar kursus bahasa inggris usia playgroup sebagai guru bantu dengan gaji yang sangat rendah dan banyak halangan yang disebabkan karena keadaan fisiknya. Tapi dia yakin Tuhan pasti memiliki rencanan yang indah bagi hidupnya, sampai akhirnya Gloria diangkat sebagai guru baru. Gloria mendapat kesempatan mengajar satu kelas, dia selalu mengajarkan tentang Tuhan Yesus kepada murid-murid 5 menit sebelum pelajarana berakhir. Sampai akhirnya kepala sekolah memberik kesempatan untuk membuka kelas sekolah minggu di tempat kursus itu.</p>
<p>Selain itu Gloria mulai membuka usaha membuat roti kering, yang berkembang sangat pesat. Dia juga memberikan dirinya untuk melayani Tuhan dengan menyanyi bagi Tuhan. Ternyata Tuhan tidak berhenti memproses hidup Gloria,dia terus berdoa supaya mama mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Dan Tuhan mendengar doanya sehingga mama mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan menerima Tuhan sebagai juruselamat pribadi dalam hidupnya. Gloria bersuka cita dan bahagia melihat bagaimana Tuhan bekerja dengan sangat baik dalam hidupnya dan mamanya.</p>
<p>Tuhan bekerja dengan mendatangkan kebaikan bagi orang yang percaya padaNya, dan hubungan Gloria dengan mama mulai membaik dan menjadi sangat indah. Beberapa tahun kemudian mama dipanggil Tuhan, Gloria merasakan kehilangan mama tetapi kini Gloria dapat hidup dalam kenangan yang sangat manis bersama dengan mamanya. Goria menyadari bahwa segala sesuatu yang dialaminya adalah maksud Tuhan untuk menyatakan kemuliaanNya melalui dirinya. Gloria mengalami keselamatan, pemulihan dan berkat dari semua yang dialaminya. Kini Gloria dapat menjadi gambaran nyata bagi banyak orang untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama seperti mamanya.</span></h4>
<h3><span style="color:#3366ff;">Kata Bijak</p>
<p>&#8216;Allah tidak pernah menunggu seorang bayi dapat bergerak ataupun siap dilahirkan untuk dikasihiNya sebagai seorang manusia, karena Allah telah mengenalnya sebelum dibentuk dalam rahim ibunya&#8217;, maka tidak diperkenankan kita untuk membunuhnya, karena dosa atas pembunuhan itu akan senantiasa mengejar sepanjang hidup.</span></h3>
<p>source:  http://kesaksian.sabda.org/ditetapkan_untuk_mati_tapi_hidup_dan_bernyanyi</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/myskul.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/myskul.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myskul.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myskul.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myskul.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myskul.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myskul.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myskul.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myskul.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myskul.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myskul.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myskul.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=60&subd=myskul&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myskul.wordpress.com/2008/06/14/ditetapkan-untuk-mati-tapi-hidup-dan-bernyanyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c82b2d100a59ee4b669b9c1bfdb04438?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myskul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesaksian</title>
		<link>http://myskul.wordpress.com/2008/06/14/kesaksian/</link>
		<comments>http://myskul.wordpress.com/2008/06/14/kesaksian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 02:53:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myskul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myskul.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Aku benar-benar tidak menduga ibu yang benar-benar baik harus meninggal karena keracunan gas dikamar mandi. Aku sangat terkejut dan menangis sejadi-jadinya melihat tubuh ibu terbujur kaku, dan dengan penuh kemarahan dan kebencian aku berkata pada Tuhan, &#8220;Tuhan, mengapa Engkau tidak menjaga ibuku?&#8220;
Aku adalah putri tunggal, yang sudah merasakan kemanjaan sejak kecil. Ayah seorang militer, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=59&subd=myskul&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku benar-benar tidak menduga ibu yang benar-benar baik harus meninggal karena keracunan gas dikamar mandi. Aku sangat terkejut dan menangis sejadi-jadinya melihat tubuh ibu terbujur kaku, dan dengan penuh kemarahan dan kebencian aku berkata pada Tuhan, &#8220;Tuhan, mengapa Engkau tidak menjaga ibuku?<span id="more-59"></span>&#8220;</p>
<p>Aku adalah putri tunggal, yang sudah merasakan kemanjaan sejak kecil. Ayah seorang militer, yang walaupun sangat menyayangi aku juga selalu mendidik aku seperti seorang militer. Bagiku ayah seorang yang sangat sempurna, berwibawa, tapi karena keangkeran sifat kemiliterannya menyebabkan aku takut untuk mendekati. Sedangkan ibuku adalah seorang yang murah senyum, dan sangat lembut. Sekarang walaupun sudah berusia 20 tahun aku masih sering bermain dan bergurau bersamanya. Aku sudah terbiasa hidup dimanja dan penuh dengan kehangatan kasih dari orang tuaku, sehingga aku merasa tidak lagi membutuhkan teman.</p>
<p>Aku merasakan sangat kesepian sejak ibuku meninggal, aku tidak memiliki teman seperti ibu yang mau mendengar keluh kesahku dengan sabar. Aku tidak tahu bagaimana harus melanjutkan hidup di dunia, aku kecewa mengapa Tuhan mengambil ibuku. Maka aku tidak mau lagi berdoa, membaca Alkitab dan mengikuti kebaktian di Gereja.</p>
<p>Setelah ibu meninggal, ayah semakin sibuk dengan tugasnya dan sering meninggalkan aku sendiri dirumah. Aku merasa kesepian dan sering menangis jika mengenang ibu, satu-satunya yang menjadi hiburanku adalah mendengarkan radio. Suatu hari secara tidak sengaja aku mendengar siaran radio acara mimbar Kristen, kebetulan lagu yang dinyanyikan, &#8220;Berilah tanganmu padaKu&#8230;&#8230;&#8221;. Dalam lubuk hatiku terasa getaran dan kehangatan serta kebahagiaan yang sangat dalam. Aku terus mendengarkan siaran tersebut, seusai lagu itu pembawa acara berkata dengan suara yang sangat lembut, &#8220;Para pendengar setia, meskipun berat masalah yang anda hadapi, serahkanlah pada Tuhan! karena Ia selalu tidak meninggalkan anda dan akan selalu membantu menyelesaikan masalah yang anda hadapi.&#8221;</p>
<p>Aku tersadar dan mendapat bukti walaupun aku telah meninggalkan Tuhan, tetapi Ia tidak pernah meninggalkan aku dan selalu setia menunggu aku dengan sabar agar aku kembali padaNya. Aku langsung bertanya pada Tuhan, &#8220;Mengapa akhir-akhir ini aku kehilangan semuanya? aku tidak memiliki suka cita dan damai?&#8221; dengan tiba-tiba aku seolah mendengar Tuhan berkata sendiri padaku, &#8220;Aku tidak pernah meninggalkanmu, mengapa tidak kauserahkan semua bebanmu kepadaku?&#8221; Aku tersadar, kenapa aku merasa sangat menderita karena aku tidak menyerahkan semua bebanku kepadaNya bahkan aku menyalahkan Tuhan yang tidak mengasihiku dan meninggalkan aku.</p>
<p>Setelah kejadian itu, aku merasakan semuanya berubah menjadi baru. Aku kembali mendekat pada Tuhan, kembali rajin ke gereja dan kuserahkan seluruh hidupku ketanganNya. Aku sadar bahwa dulu aku ke gereja bukan karena Tuhan tapi karena orang tuaku. Aku sadar bahwa ibadah dengan motivasi tidak diperkenankan Tuhan, akupun merasa Roh Tuhan dalam diriku mengakibatkan aku suka bergaul, memperhatikan orang yang mengalami kesusahan serta mengabarkan Injil kepada orang yang dalam belenggu dosa.</p>
<p>Setelah melalui berbagai banyak peristiwa aku mengetahui bahwa Allah berjanji untuk memberikan kekuatan dan berkat yang cukup bagiku. Aku merasa dulu hidup kekristenanku tidak jelas, tapi sekarang aku dapat menyelami kesetiaan yang dapat dipercaya, dan Tuhan adalah sahabatku yang baik dan aku percaya bahwa ibu yang sekarang sudah berada di surga akan senang melihat perubahan anak perempuan satu-satunya.</p>
<h4><span style="color:#ff6600;">Kata Bijak</span></h4>
<p><span style="color:#ff6600;">&#8220;Dan lebih dari itu, kita pun gembira di dalam penderitaan, sebab kita tahu bahwa penderitaan membuat orang menjadi tekun, ketekunan akan membuat orang tahan uji; inilah yang menimbulkan pengharapan. Harapan yang seperti ini tidak akan mengecewakan kita, sebab hati kita sudah diisi oleh Allah dengan kasih-Nya. Allah melakukan itu dengan perantaraan Roh-Nya, yang sudah diberikan kepada kita.&#8221; (Roma 5:3-5 BIS)</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/myskul.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/myskul.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myskul.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myskul.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myskul.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myskul.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myskul.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myskul.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myskul.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myskul.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myskul.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myskul.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=59&subd=myskul&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myskul.wordpress.com/2008/06/14/kesaksian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c82b2d100a59ee4b669b9c1bfdb04438?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myskul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Chairil Anwar</title>
		<link>http://myskul.wordpress.com/2008/06/05/chairil-anwar/</link>
		<comments>http://myskul.wordpress.com/2008/06/05/chairil-anwar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 07:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myskul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chairil Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myskul.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[== Masa kecil ==
Dilahirkan di Medan, Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, yang bekerja sebagai pamongpraja. Dari pihak ibunya, Saleha dia masih punya pertalian keluarga dengan [[Sutan Sjahrir]], [[Perdana Menteri]] pertama Indonesia. &#60;ref&#62;[http://sasteramaya.tripod.com/ChairilAnwar.htm Artikel tentang Chairil Anwar, awalnya dimuat di Suara Merdeka]&#60;/ref&#62;
Chairil masuk Hollands Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=36&subd=myskul&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>== Masa kecil ==<br />
Dilahirkan di Medan, Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, yang bekerja sebagai pamongpraja. Dari pihak ibunya, Saleha dia masih punya pertalian keluarga dengan [[Sutan Sjahrir]], [[Perdana Menteri]] pertama Indonesia. &lt;ref&gt;[http://sasteramaya.tripod.com/ChairilAnwar.htm Artikel tentang Chairil Anwar, awalnya dimuat di Suara Merdeka]&lt;/ref&gt;</p>
<p>Chairil masuk Hollands Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu penjajah Belanda. &lt;ref&gt;http://www.seasite.niu.edu/flin/literature/chairil-anwar_lat15.html&lt;/ref&gt; Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah menengah pertama belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.&lt;ref&gt;http://www.kirjasto.sci.fi/chairil.htm&lt;/ref&gt;</p>
<p>Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastera. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.</p>
<p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/0/0b/Chairil.jpg" alt="" width="200" height="275" /><span id="more-36"></span></p>
<h2><span class="mw-headline">Masa Dewasa</span></h2>
<p>Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di &#8220;<a class="new" title="Majalah Nisan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Majalah_Nisan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Majalah Nisan</a>&#8221; pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chairil_Anwar#cite_note-3">[4]</a></sup>. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chairil_Anwar#cite_note-4">[5]</a></sup></p>
<p>Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : <a class="new" title="Deru Campur Debu (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Deru_Campur_Debu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Deru Campur Debu</a> (1949); <a class="new" title="Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerikil_Tajam_Yang_Terampas_dan_Yang_Putus&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus</a> (1949); dan <a class="new" title="Tiga Menguak Takdir (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tiga_Menguak_Takdir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tiga Menguak Takdir</a> (1950, kumpulan puisi dengan <a title="Asrul Sani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asrul_Sani">Asrul Sani</a> dan <a class="new" title="Rivai Apin (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rivai_Apin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rivai Apin</a>).</p>
<h2><span class="mw-headline">Akhir Hidup</span></h2>
<p>Vitalitas puitis Chairil tidak pernah diimbangi kondisi fisiknya, yang bertambah lemah akibat gaya hidupnya yang semrawut. Sebelum dia bisa menginjak usia dua puluh tujuh tahun, dia sudah kena sejumlah penyakit. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chairil_Anwar#cite_note-5">[6]</a></sup> Dia dikuburkan di <a class="new" title="Taman Pemakaman Umum Karet Bivak (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taman_Pemakaman_Umum_Karet_Bivak&amp;action=edit&amp;redlink=1">Taman Pemakaman Umum Karet Bivak</a>, Jakarta. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai <a class="new" title="Hari Chairil Anwar (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hari_Chairil_Anwar&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hari Chairil Anwar</a></p>
<h2><span class="mw-headline">Buku-buku</span></h2>
<ul>
<li><a class="new" title="Deru Campur Debu (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Deru_Campur_Debu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Deru Campur Debu</a> (<a title="1949" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949">1949</a>)</li>
<li><a class="new" title="Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerikil_Tajam_dan_Yang_Terampas_dan_Yang_Putus&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus</a> (1949)</li>
<li><a class="new" title="Tiga Menguak Takdir (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tiga_Menguak_Takdir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tiga Menguak Takdir</a> (<a title="1950" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950">1950</a>) (dengan <a title="Asrul Sani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asrul_Sani">Asrul Sani</a> dan <a class="new" title="Rivai Apin (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rivai_Apin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rivai Apin</a>)</li>
<li>&#8220;Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949&#8243;, diedit oleh <a class="new" title="Pamusuk Eneste (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pamusuk_Eneste&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pamusuk Eneste</a>, kata penutup oleh <a title="Sapardi Djoko Damono" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sapardi_Djoko_Damono">Sapardi Djoko Damono</a> (1986)</li>
<li><a class="new" title="Derai-derai Cemara (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Derai-derai_Cemara&amp;action=edit&amp;redlink=1">Derai-derai Cemara</a> (1998)</li>
<li><a class="new" title="Pulanglah Dia Si Anak Hilang (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pulanglah_Dia_Si_Anak_Hilang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pulanglah Dia Si Anak Hilang</a> (1948), terjemahan karya <a class="mw-redirect" title="Andre Gide" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Andre_Gide">Andre Gide</a></li>
<li><a class="new" title="Kena Gempur (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kena_Gempur&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kena Gempur</a> (1951), terjemahan karya <span class="mw-redirect">John Steinbeck<br />
</span></li>
</ul>
<h3 style="text-align:right;"><span class="mw-redirect"> <span style="color:#800000;">KLIk: http://id.wikipedia.org/wiki/Chairil_Anwar</span><br />
</span></h3>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/myskul.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/myskul.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myskul.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myskul.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myskul.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myskul.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myskul.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myskul.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myskul.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myskul.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myskul.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myskul.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=36&subd=myskul&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myskul.wordpress.com/2008/06/05/chairil-anwar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c82b2d100a59ee4b669b9c1bfdb04438?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myskul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/0/0b/Chairil.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Puisi Cinta Chairil Anwar</title>
		<link>http://myskul.wordpress.com/2008/06/05/puisi-cinta-chairil-anwar/</link>
		<comments>http://myskul.wordpress.com/2008/06/05/puisi-cinta-chairil-anwar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 06:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myskul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chairil Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myskul.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Puisi-puisi Cinta              Chairil yang Menggetarkan

Oleh
Tjahjono Widarmanto
Memperbincangkan kesusastraan Indonesia, mustahil tanpa menyebut              sosok Chairil Anwar. Namanya menjadi bagian tak terpisahkan bagi          [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=35&subd=myskul&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong><span style="font-size:medium;font-family:Arial;">Puisi-puisi Cinta              Chairil yang Menggetarkan<br />
</span></strong></p>
<h3><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;">Oleh<br />
Tjahjono Widarmanto</p>
<p>Memperbincangkan kesusastraan Indonesia, mustahil tanpa menyebut              sosok Chairil Anwar. Namanya menjadi bagian tak terpisahkan bagi              terbentuknya identitas kesusastraan Indonesia, khususnya identitas              sastra puisi Indonesia. Sampai sekarang namanya menjadi mitos dan              paling banyak diperbincangkan dalam khazanah sastra Indonesia.<br />
Ialah yang dianggap meletakkan dasar perpuisian modern Indonesia,              yang mengembangkan estetika Indonesia modern dengan bentuk yang              ekspresif, liar, berani, dan tak beraturan.<br />
Membicarakan puisi-puisi Chairil Anwar, orang akan mempertautkan              dengan vitalitas, ego, dan spirit individualis dalam diri Chairil              yang memang tersirat dalam banyak sajaknya (bahkan cara hidupnya).              Hal itu memang telah menjadi pilihan konsep estetika Chairil,              seperti yang diteriakkannya dalam pidatonya:<br />
…Vitalitas adalah sesuatu yang tak bisa dielakkan dalam mencapai              suatu keindahan. Dalam seni; vitalitas itu Chaotischvoorstadium,              keindahan kosmich eindstadium…</p>
<p></span><span id="more-35"></span><br />
<span style="font-size:x-small;font-family:Arial;"> (Pidato Chairil 7 Juli 1943). Karena kredonya itu tak heran              puisi-puisinya meneriakkan reaksioner, heroik, sangat individualis,              bahkan revolusioner. Hal ini tergambar jelas dalam puisi-puisi              ”Persetujuan dengan Bung Karno”, ”1943”, ”Semangat”, ”Siap Sedia”,              dan masih banyak lagi. Bahkan, ia tak segan-segan mengumumkan              dirinya sendiri dengan lantang sebagai ”binatang jalang” dalam              sejaknya yang paling populer, ”Aku”.<br />
Sungguhpun demikian, seliar-liarnya, Chairil tetaplah seorang              seniman yang tak luput dari perasaan romantisme, bahkan sentimentil              saat ia terlibat dengan urusan wanita dan cinta. Kehidupan Chairil              memang banyak diwarnai dengan nama-nama wanita; ada yang memang              dipacarinya, ada yang ditaksirnya tapi tak terbalas sehingga ia              patah hati, ada pula yang sangat mencintai dan dicintainya tapi tak              pernah sampai pada perkawinan.<br />
Wanita-wanita itu dan ”pengalamannya” dengan wanita-wanita itu              menjadi sumber inspirasinya bahkan nama-namanya secara tersurat              hadir dalam puisi-puisinya, seperti nama-nama Karinah Moordjono,              Sumirat, Dien Tamaela, Sri Aryati, Gadis Rasid, Ina Mia, Ida, Sri,              dan Nyonya.<br />
Saat bersentuhan dengan persoalan cinta dan wanita ini, Chairil              Anwar bisa menjelma menjadi sosok yang amat halus dan romantis.              Perasaan cinta digambarkannya dengan aksentuasi lembut dan              bersahaja, seperti pada puisi yang dipersembahkannya pada Gadis              Rasid:</p>
<p>Buat Gadis Rasid</p>
<p>Antara<br />
Daun-daun hijau<br />
Padang lapang dan terang<br />
Anak-anak kecil tidak bersalah, baru bisa lari-larian<br />
Burung-burung merdu<br />
Hujan segar dan menyembur<br />
………………..</p>
<p>Kita terapit, cintaku<br />
—-mengecil diri, kadang bisa mengisar setapak—-<br />
Mari kita lepas, kita lepas jiwa mencari jadi merpati<br />
Terbang<br />
Mengenali gurun, sonder ketemu, sonder mendarat<br />
—-the only possible non-stop flight<br />
tidak mendapat</p>
<p>Dalam puisi di atas dengan amat lembut Chairil bertutur perasaan              hatinya yang tercepit cinta. Hampir tidak ada kata-kata yang bombas              dan ekspresif, seolah-olah hanya gumaman cinta yang mendesak di              dada. Pada puisi ”Puncak”, romantisme cinta Chairil memuncak dan              diucapkannya dengan terus-terang:</p>
<p>………..kita berbaring bulat telanjang<br />
sehabis apa terucap di kelam tadi, kita habis kata sekarang<br />
………..<br />
Maka cintaku sayang, kucoba menjabat tanganmu<br />
Mendekap wajahmu yang asing, meraih bibirmu di baalik rupa<br />
Kau terlompat dari ranjang, lari ke tingkap yang<br />
Masih mengandung kabut, dan kau lihat di sana……..</p>
<p>Saat Chairil mengalami patah hati, ia pun berubah menjadi sosok              sendu yang sentimentil. Seperti yang tergambar dalam puisinya ”Senja              di Pelabuhan Kecil” berikut ini:</p>
<p>Senja di Pelabuhan Kecil<br />
(buat Sri Aryati)</p>
<p>Ini kali tiada yang mencari cinta<br />
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita<br />
Tiang serta temali. Kapal,perahu tiada berlaut<br />
Gerimis mempercepat kelam.<br />
Ada juga kelepak elang<br />
Menyinggung muram, desir hari lari berenang<br />
Menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak<br />
Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak<br />
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan<br />
Menyusur semenanjung, masih pengap harap<br />
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan<br />
Dari pantai keempat, sendu penghabisan bisa berdekap</p>
<p>Kemuraman Chairil akibat patah hati amat terasa dalam puisi ini.              Diksi-diksi:<br />
gudang, rumah tua, kapal perahu tiada berlaut. Gerimis mempercepat              kelam, muram, air tidur hilang ombak, aku sendiri, pengap harap,              selamat jalan, sendu penghabisan.<br />
Merupakan komposisi yang sedemikian rupa disusun untuk menggambarkan              suasana hati yang muram dan patah. Segalanya jauh dari kata              bombastis yang meledak-ledak.<br />
Namun, tak seluruhnya Chairil menggambarkan pesona wanita dan cinta              dengan romantisme yang teduh dan halus. Kadang-kadang melompat              kenakalan dan keliarannya dalam melukiskan keberadaan wanita, bahkan              dengan cara yang mengejutkan dan kurang ajar, seperti terdapat pada              penggalan puisinya yang berjudul ”Kepada Kawan” di bawah ini:</p>
<p>…….<br />
Jadi<br />
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,<br />
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan<br />
Peluk kecup perempuan, tinggalkan kalau merayu<br />
Pilih kuda paling liar, pacu laju<br />
Jangan tambatkan pada siang dan malam</p>
<p>Kenakalan dan keliaran semacam itu juga muncul saat Chairil              menggambarkan perasaan dan hasrat birahi yang menggebu-gebu, yang              diungkapkannya secara terus terang:</p>
<p>Lagu Biasa</p>
<p>Di teras rumah makan kami kini berhadapan<br />
Baru berkenalan. Cuma berpandangan<br />
Sungguhpun samudera jiwa sudah selam berselam<br />
Masih saja berpandangan<br />
………..<br />
Ia mengerling. Ia ketawa<br />
Dan rumput kering terus menyala<br />
Ia berkata. Suaranya nyaring tinggi<br />
Darahku terhenti berlari<br />
Ketika orkes memulai Ave Maria<br />
Kuseret ia ke sana…….</p>
<p>Keterusterangan yang gamblang dalam menggambarkan hasrat seksual              semacam di atas, juga muncul dalam puisi-puisinya yang lain, seperti              pada ”Tuti Artic”:<br />
…../Kau pintar benar bercium, ada goresan tinggal terasa/…ketika              kita bersepeda kuantar kau pulang…/panas darahmu, sungguh lekas kau              jadi dara/.<br />
Di antara puisi-puisi Chairil yang bersinggungan dengan wanita dan              cinta seperti di atas, ada dua buah puisi cinta Chairil yang sangat              menggetarkan hati dan paling terindah yang dipersembahkannya untuk              seorang gadis yang bernama Sumirat. Konon gadis ini adalah gadis              yang paling mencintai dan dicintai. Namun sayang keluarga Sumirat,              yang tinggal di Paron, sebuah desa kecil di Ngawi, tak menghendaki              Chairil jadi menantunya.<br />
Salah satu puisi itu berjudul ”Mirat Muda, Chairil Muda” yang              ditulis Chairil pada tahun kematiannya yang disebut-sebut sebagai              penggambaran seksualitas dalam kedekatannya dengan maut, yang              berarti juga seksualitas sebagai dorongan daya hidup yang terus              menyala sampai maut merenggut. Inilah puisi itu selengkapnya:<br />
Mirat Muda, Chairil Muda</p>
<p>Dialah, Miratlah, ketika mereka rebah,<br />
Menatap lama ke dalam pandangnya<br />
Coba memisah matanya menantang<br />
Yang satu tajam dan jujur yang sebelah<br />
Ketawa diadukannya giginya pada<br />
Mulut Chairil; dan bertanya: Adakah, adakah<br />
Kau selalu mesra dan aku bagimu indah?<br />
Mirat raba urut Chairil, raba dada<br />
Dan tahukah di kini, bisa katakan<br />
Dan tunjukkan dengan pasti di mana<br />
Menghidup jiwa, menghembus nyawa<br />
Liang jiwa-jiwa saling berganti. Dia<br />
Rapatkan<br />
Dirinya pada Chairil makin sehati;<br />
Hilang secepuh segan, hilang secepuh cemas<br />
Hiduplah Mirat dan Chairil dengan deras,<br />
Menuntut tinggi tidak setapak berjarak<br />
Dengan mati.</p>
<p>Dalam puisi di atas tampak sekali cinta yang dalam pada diri Chairil              pada Sumirat, gadis yang dikaguminya itu. Dan bagi Chairil, Sumirat              menjadi semangat pendorong cita-citanya untuk terus berkarya;              seperti tertulis pada suratnya untuk HB Jassin pada bulan Maret              1944: ”Orang selalu saja salah sangka, tapi mereka akan menyesal di              hari kemudian, karena aku akan sanggup membuktikan bahwa              karya-karyaku ini bermutu dan berharga tinggi. Jangan kita putus asa              Mirat, aku akan terus berjuang untuk memberi bukti”.<br />
Cinta Chairil dan Mirat memang abadi dalam sajak, tapi mereka tak              pernah berhasil menikah. Chairil juga berhasil membuktikan kepada              Mirat bahwa karya-karya bermutu dan berharga tinggi. Mirat atau              Sumirat yang berpisah karena perang kemerdekaan, akhirnya mendengar              semuanya tentang bagaimana ia beristri, punya anak, dan mati muda,              juga bagaimana namanya menjadi besar, menjadi mitos. Dan, Sumirat,              gadis yang pernah dicintai dan mencintai Chairil habis-habisan itu              bertutur (Intisari; Juni 1971):<br />
…Kini Cril tiada lagi. Cril, penyair yang sepanjang hidupku kukagumi              dan kudambakan, sebagai seorang penyair besar dari zamannya. Dia              benar, Cril membuktikan dirinya orang besar, seperti selalu              dikatakannya kepadaku. Dia meninggalkan seorang istri dan anak              perempuan. Ingin aku bisa menjumpai mereka, bagaimanapun aku pernah              mengenal baik dengan almarhum”.<br />
Puisinya yang lain, yang juga dipersembahkan buat Sumirat sangat              menampakkan romantisme, harapan, dan sanjungan yang luar biasa dan              menggetarkan dari gelombang jiwa seorang Chairil. Puisi ini boleh              dikatakan paling romantis, paling indah dan mewakili estetika yang              lain. Estetika yang romantis, indah, lembut, dan menggetarkan ini              menyajikan warna yang lain di samping warna puisi Chairil yang              meledak-ledak; liar, dan ekspresif; yang melengkapi kedahsyatan              kepenyairan Chairil Anwar. Saya kutipkan puisi itu untuk mengakhiri              tulisan ini:</p>
<p>Sajak Putih<br />
Buat tunanganku Mirat</p>
<p>Bersandar pada tari warna pelangi<br />
Kau depanku bertudung sutra senja<br />
Di hitam matamu kembang mawar dan melati<br />
Harum rambutmu mengalun bergelut senda<br />
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba<br />
Meriak muka air kolam jiwa<br />
Dan dalam dadaku memerdu lagu<br />
Menarik menari seluruh aku<br />
Hidup dari hidupku, pintu terbuka<br />
Selama matamu bagimu menengadah<br />
Selama kau darah mengalir dari luka<br />
Antara kita mati datang tidak membelah……<br />
Buat Miratku, Ratuku! Kubentuk dunia sendiri<br />
Dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!<br />
Kecuplah aku terus, kecuplah<br />
Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku….</p>
<p>Penulis adalah penyair yang tinggal di Ngawi.</p>
<p></span></h3>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/myskul.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/myskul.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myskul.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myskul.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myskul.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myskul.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myskul.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myskul.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myskul.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myskul.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myskul.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myskul.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=35&subd=myskul&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myskul.wordpress.com/2008/06/05/puisi-cinta-chairil-anwar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c82b2d100a59ee4b669b9c1bfdb04438?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myskul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Chairil Anwar</title>
		<link>http://myskul.wordpress.com/2008/06/05/sajak-chairil-anwar/</link>
		<comments>http://myskul.wordpress.com/2008/06/05/sajak-chairil-anwar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 06:46:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myskul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chairil Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myskul.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Sajak-sajak Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang 
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943
PENERIMAAN
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=33&subd=myskul&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1><span style="font-size:small;">Sajak-sajak</span> <span style="font-size:medium;">Chairil Anwar</span></h1>
<h2><tt>Kalau sampai waktuku<br />
'Ku mau tak seorang kan merayu<br />
Tidak juga kau</tt></h2>
<h2><tt>Tak perlu sedu sedan itu</tt></h2>
<h2><tt>Aku ini binatang jalang<br />
Dari kumpulannya terbuang </tt></h2>
<h2><tt>Biar peluru menembus kulitku<br />
Aku tetap meradang menerjang</tt></h2>
<h2><tt>Luka dan bisa kubawa berlari<br />
Berlari<br />
Hingga hilang pedih peri</tt></h2>
<h2><tt>Dan aku akan lebih tidak perduli</tt></h2>
<h2><tt>Aku mau hidup seribu tahun lagi</tt><span id="more-33"></span></h2>
<p>Maret 1943</p>
<h1><strong><span style="font-size:xx-small;">PENERIMAAN</span></strong></h1>
<h2><tt>Kalau kau mau kuterima kau kembali<br />
Dengan sepenuh hati</tt></h2>
<h2><tt>Aku masih tetap sendiri</tt></h2>
<h2><tt>Kutahu kau bukan yang dulu lagi<br />
Bak kembang sari sudah terbagi</tt></h2>
<h2><tt>Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani</tt></h2>
<h2><tt>Kalau kau mau kuterima kembali<br />
Untukku sendiri tapi</tt></h2>
<h2><tt>Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.</tt></h2>
<h2>Maret 1943</h2>
<h2><span style="font-size:xx-small;">HAMPA</span></h2>
<h2><em>kepada sri</em></h2>
<h2><tt>Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.<br />
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak<br />
Sampai ke puncak. Sepi memagut,<br />
Tak satu kuasa melepas-renggut<br />
Segala menanti. Menanti. Menanti.<br />
Sepi.<br />
Tambah ini menanti jadi mencekik<br />
Memberat-mencekung punda<br />
Sampai binasa segala. Belum apa-apa<br />
Udara bertuba. Setan bertempik<br />
Ini sepi terus ada. Dan menanti.</tt></h2>
<h2><strong><span style="font-size:xx-small;">DOA</span></strong></h2>
<h2><em>kepada pemeluk teguh</em></h2>
<h2><tt>Tuhanku<br />
Dalam termangu<br />
Aku masih menyebut namamu</tt></h2>
<h2><tt>Biar susah sungguh<br />
mengingat Kau penuh seluruh</tt></h2>
<h2><tt>cayaMu panas suci<br />
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi</tt></h2>
<h2><tt>Tuhanku</tt></h2>
<h2><tt>aku hilang bentuk<br />
remuk</tt></h2>
<h2><tt>Tuhanku</tt></h2>
<h2><tt>aku mengembara di negeri asing</tt></h2>
<h2><tt>Tuhanku<br />
di pintuMu aku mengetuk<br />
aku tidak bisa berpaling</tt></h2>
<h2>13 November 1943</h2>
<h2><strong><span style="font-size:xx-small;">SAJAK PUTIH</span></strong></h2>
<h2><tt>Bersandar pada tari warna pelangi<br />
Kau depanku bertudung sutra senja<br />
Di hitam matamu kembang mawar dan melati<br />
Harum rambutmu mengalun bergelut senda</tt></h2>
<h2><tt>Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba<br />
Meriak muka air kolam jiwa<br />
Dan dalam dadaku memerdu lagu<br />
Menarik menari seluruh aku</tt></h2>
<h2><tt>Hidup dari hidupku, pintu terbuka<br />
Selama matamu bagiku menengadah<br />
Selama kau darah mengalir dari luka<br />
Antara kita Mati datang tidak membelah...</tt></h2>
<h2><strong><span style="font-size:xx-small;">SENJA DI PELABUHAN KECIL</span></strong><br />
<em>buat: Sri Ajati</em></h2>
<h2><tt>Ini kali tidak ada yang mencari cinta<br />
di antara gudang, rumah tua, pada cerita<br />
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut<br />
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut</tt></h2>
<h2><tt>Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang<br />
menyinggung muram, desir hari lari berenang<br />
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak<br />
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.</tt></h2>
<h2><tt>Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan<br />
menyisir semenanjung, masih pengap harap<br />
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan<br />
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap</tt></h2>
<h2>1946</h2>
<h2><strong><span style="font-size:xx-small;">CINTAKU JAUH DI PULAU</span></strong></h2>
<h2><tt>Cintaku jauh di pulau,<br />
gadis manis, sekarang iseng sendiri</tt></h2>
<h2><tt>Perahu melancar, bulan memancar,<br />
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.<br />
angin membantu, laut terang, tapi terasa<br />
aku tidak 'kan sampai padanya.</tt></h2>
<h2><tt>Di air yang tenang, di angin mendayu,<br />
di perasaan penghabisan segala melaju<br />
Ajal bertakhta, sambil berkata:<br />
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"</tt></h2>
<h2><tt>Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!<br />
Perahu yang bersama 'kan merapuh!<br />
Mengapa Ajal memanggil dulu<br />
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!</tt></h2>
<h2><tt>Manisku jauh di pulau,<br />
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.</tt></h2>
<h2>1946</h2>
<h2><strong><span style="font-size:xx-small;">MALAM DI PEGUNUNGAN</span></strong></h2>
<h2><tt>Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,<br />
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?<br />
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:<br />
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!</tt></h2>
<h2>1947</h2>
<h2><strong><span style="font-size:xx-small;">YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS</span></strong></h2>
<h2><tt>kelam dan angin lalu mempesiang diriku,<br />
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,<br />
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu</tt></h2>
<h2><tt>di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin</tt></h2>
<h2><tt>aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang<br />
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;<br />
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang</tt></h2>
<h2><tt>tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku</tt></h2>
<h2>1949</h2>
<h2><strong><span style="font-size:xx-small;">DERAI DERAI CEMARA</span></strong></h2>
<h2><tt>cemara menderai sampai jauh<br />
terasa hari akan jadi malam<br />
ada beberapa dahan di tingkap merapuh<br />
dipukul angin yang terpendam</tt></h2>
<h2><tt>aku sekarang orangnya bisa tahan<br />
sudah berapa waktu bukan kanak lagi<br />
tapi dulu memang ada suatu bahan<br />
yang bukan dasar perhitungan kini</tt></h2>
<h2><tt>hidup hanya menunda kekalahan<br />
tambah terasing dari cinta sekolah rendah<br />
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan<br />
sebelum pada akhirnya kita menyerah</tt></h2>
<h2>1949</h2>
<p><!-- text below generated by server. PLEASE REMOVE -->geovisit();<img style="display:none;" src="http://visit.geocities.com/visit.gif?&amp;r=http%3A//www.geocities.com/taman-sastra/scha.html&amp;b=Netscape%205.0%20%28Windows%3B%20en-US%29&amp;s=1024x768&amp;o=Win32&amp;c=32&amp;j=true&amp;v=1.2" border="0" alt="" /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/myskul.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/myskul.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myskul.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myskul.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myskul.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myskul.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myskul.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myskul.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myskul.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myskul.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myskul.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myskul.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=33&subd=myskul&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myskul.wordpress.com/2008/06/05/sajak-chairil-anwar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c82b2d100a59ee4b669b9c1bfdb04438?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myskul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://visit.geocities.com/visit.gif?&#38;r=http%3A//www.geocities.com/taman-sastra/scha.html&#38;b=Netscape%205.0%20%28Windows%3B%20en-US%29&#38;s=1024x768&#38;o=Win32&#38;c=32&#38;j=true&#38;v=1.2" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Puisi Chairil Anwar</title>
		<link>http://myskul.wordpress.com/2008/05/31/kumpulan-puisi-chairil-anwar/</link>
		<comments>http://myskul.wordpress.com/2008/05/31/kumpulan-puisi-chairil-anwar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 04:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myskul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chairil Anwar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myskul.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[
PRAJURIT JAGA MALAM
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !
(194 
Siasat,
Th III, No. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=30&subd=myskul&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="snap_preview">
<p>PRAJURIT JAGA MALAM</p>
<p>Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?<br />
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,<br />
bermata tajam<br />
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya<br />
kepastian<br />
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini<br />
Aku suka pada mereka yang berani hidup<br />
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam<br />
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……<br />
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !</p>
<p>(194 <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" /><br />
Siasat,<br />
Th III, No. 96<br />
1949<span id="more-30"></span></p>
<p>MALAM</p>
<p>Mulai kelam<br />
belum buntu malam<br />
kami masih berjaga<br />
–Thermopylae?-<br />
- jagal tidak dikenal ? -<br />
tapi nanti<br />
sebelum siang membentang<br />
kami sudah tenggelam hilang</p>
<p>Zaman Baru,<br />
No. 11-12<br />
20-30 Agustus 1957</p>
<p>KRAWANG-BEKASI</p>
<p>Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi<br />
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.<br />
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,<br />
terbayang kami maju dan mendegap hati ?</p>
<p>Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi<br />
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak<br />
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.<br />
Kenang, kenanglah kami.</p>
<p>Kami sudah coba apa yang kami bisa<br />
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa</p>
<p>Kami cuma tulang-tulang berserakan<br />
Tapi adalah kepunyaanmu<br />
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan</p>
<p>Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan<br />
atau tidak untuk apa-apa,<br />
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata<br />
Kaulah sekarang yang berkata</p>
<p>Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi<br />
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak</p>
<p>Kenang, kenanglah kami<br />
Teruskan, teruskan jiwa kami<br />
Menjaga Bung Karno<br />
menjaga Bung Hatta<br />
menjaga Bung Sjahrir</p>
<p>Kami sekarang mayat<br />
Berikan kami arti<br />
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian</p>
<p>Kenang, kenanglah kami<br />
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu<br />
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi</p>
<p>(194 <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" /><br />
Brawidjaja,<br />
Jilid 7, No 16,<br />
1957</p>
<p>DIPONEGORO</p>
<p>Di masa pembangunan ini<br />
tuan hidup kembali<br />
Dan bara kagum menjadi api</p>
<p>Di depan sekali tuan menanti<br />
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.<br />
Pedang di kanan, keris di kiri<br />
Berselempang semangat yang tak bisa mati.</p>
<p>MAJU</p>
<p>Ini barisan tak bergenderang-berpalu<br />
Kepercayaan tanda menyerbu.</p>
<p>Sekali berarti<br />
Sudah itu mati.</p>
<p>MAJU</p>
<p>Bagimu Negeri<br />
Menyediakan api.</p>
<p>Punah di atas menghamba<br />
Binasa di atas ditindas<br />
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai<br />
Jika hidup harus merasai</p>
<p>Maju<br />
Serbu<br />
Serang<br />
Terjang</p>
<p>(Februari 1943)<br />
Budaya,<br />
Th III, No. 8<br />
Agustus 1954</p>
<p>PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO</p>
<p>Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji<br />
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu<br />
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu<br />
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945<br />
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu<br />
Aku sekarang api aku sekarang laut</p>
<p>Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat<br />
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar<br />
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak &amp; berlabuh</p>
<p>(194 <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" /></p>
<p>Liberty,<br />
Jilid 7, No 297,<br />
1954</p>
<p>AKU</p>
<p>Kalau sampai waktuku<br />
‘Ku mau tak seorang kan merayu<br />
Tidak juga kau</p>
<p>Tak perlu sedu sedan itu</p>
<p>Aku ini binatang jalang<br />
Dari kumpulannya terbuang</p>
<p>Biar peluru menembus kulitku<br />
Aku tetap meradang menerjang</p>
<p>Luka dan bisa kubawa berlari<br />
Berlari<br />
Hingga hilang pedih peri</p>
<p>Dan aku akan lebih tidak perduli</p>
<p>Aku mau hidup seribu tahun lagi</p>
<p>Maret 1943</p>
<div class="posts">
<p><a name="91913294"><strong></strong></a><a class="byline" href="http://myskul.wordpress.com/wp-admin/2003_03_30_archive.html#91913294#91913294"><span style="font-size:x-small;color:#000000;"><span style="font-size:xx-small;">Posted 6:01 AM</span></span></a><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:xx-small;color:#333333;"> by damar </span></span></p>
<p>PENERIMAAN</p>
<p>Kalau kau mau kuterima kau kembali<br />
Dengan sepenuh hati</p>
<p>Aku masih tetap sendiri</p>
<p>Kutahu kau bukan yang dulu lagi<br />
Bak kembang sari sudah terbagi</p>
<p>Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani</p>
<p>Kalau kau mau kuterima kembali<br />
Untukku sendiri tapi</p>
<p>Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.</p>
<p>Maret 1943</p></div>
<div class="posts">
<p><a name="91913223"><strong></strong></a><a class="byline" href="http://myskul.wordpress.com/wp-admin/2003_03_30_archive.html#91913223#91913223"><span style="font-size:x-small;color:#000000;"><span style="font-size:xx-small;">Posted 5:59 AM</span></span></a><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:xx-small;color:#333333;"> by damar </span></span></p>
<p>HAMPA</p>
<p>kepada sri</p>
<p>Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.<br />
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak<br />
Sampai ke puncak. Sepi memagut,<br />
Tak satu kuasa melepas-renggut<br />
Segala menanti. Menanti. Menanti.<br />
Sepi.<br />
Tambah ini menanti jadi mencekik<br />
Memberat-mencekung punda<br />
Sampai binasa segala. Belum apa-apa<br />
Udara bertuba. Setan bertempik<br />
Ini sepi terus ada. Dan menanti.</p></div>
<div class="posts">
<p><a name="91913209"><strong></strong></a><a class="byline" href="http://myskul.wordpress.com/wp-admin/2003_03_30_archive.html#91913209#91913209"><span style="font-size:x-small;color:#000000;"><span style="font-size:xx-small;">Posted 5:59 AM</span></span></a><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:xx-small;color:#333333;"> by damar </span></span></p>
<p>DOA</p>
<p>kepada pemeluk teguh</p>
<p>Tuhanku<br />
Dalam termangu<br />
Aku masih menyebut namamu</p>
<p>Biar susah sungguh<br />
mengingat Kau penuh seluruh</p>
<p>cayaMu panas suci<br />
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi</p>
<p>Tuhanku</p>
<p>aku hilang bentuk<br />
remuk</p>
<p>Tuhanku</p>
<p>aku mengembara di negeri asing</p>
<p>Tuhanku<br />
di pintuMu aku mengetuk<br />
aku tidak bisa berpaling</p>
<p>13 November 1943</p></div>
<div class="posts">
<p><a name="91913163"><strong></strong><br />
<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#105cb6;">SAJAK PUTIH</span></span></a><a class="byline" href="http://myskul.wordpress.com/wp-admin/2003_03_30_archive.html#91913163#91913163"><span style="font-size:x-small;color:#000000;"><span style="font-size:xx-small;">Posted 5:58 AM</span></span></a><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:xx-small;color:#333333;"> by damar </span></span></p>
<p>Bersandar pada tari warna pelangi<br />
Kau depanku bertudung sutra senja<br />
Di hitam matamu kembang mawar dan melati<br />
Harum rambutmu mengalun bergelut senda</p>
<p>Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba<br />
Meriak muka air kolam jiwa<br />
Dan dalam dadaku memerdu lagu<br />
Menarik menari seluruh aku</p>
<p>Hidup dari hidupku, pintu terbuka<br />
Selama matamu bagiku menengadah<br />
Selama kau darah mengalir dari luka<br />
Antara kita Mati datang tidak membelah…</p></div>
<div class="posts">
<p><a name="91913154"><strong></strong><br />
<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#105cb6;">SENJA DI PELABUHAN KECIL<br />
buat: Sri Ajati</span></span></a><a class="byline" href="http://myskul.wordpress.com/wp-admin/2003_03_30_archive.html#91913154#91913154"><span style="font-size:x-small;color:#000000;"><span style="font-size:xx-small;">Posted 5:58 AM</span></span></a><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:xx-small;color:#333333;"> by damar </span></span></p>
<p>Ini kali tidak ada yang mencari cinta<br />
di antara gudang, rumah tua, pada cerita<br />
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut<br />
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut</p>
<p>Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang<br />
menyinggung muram, desir hari lari berenang<br />
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak<br />
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.</p>
<p>Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan<br />
menyisir semenanjung, masih pengap harap<br />
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan<br />
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap</p>
<p>1946</p></div>
<div class="posts">
<p><a name="91913136"><strong></strong><br />
<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#105cb6;">CINTAKU JAUH DI PULAU</span></span></a><a class="byline" href="http://myskul.wordpress.com/wp-admin/2003_03_30_archive.html#91913136#91913136"><span style="font-size:x-small;color:#000000;"><span style="font-size:xx-small;">Posted 5:58 AM</span></span></a><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:xx-small;color:#333333;"> by damar </span></span></p>
<p>Cintaku jauh di pulau,<br />
gadis manis, sekarang iseng sendiri</p>
<p>Perahu melancar, bulan memancar,<br />
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.<br />
angin membantu, laut terang, tapi terasa<br />
aku tidak ‘kan sampai padanya.</p>
<p>Di air yang tenang, di angin mendayu,<br />
di perasaan penghabisan segala melaju<br />
Ajal bertakhta, sambil berkata:<br />
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”</p>
<p>Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!<br />
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!<br />
Mengapa Ajal memanggil dulu<br />
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!</p>
<p>Manisku jauh di pulau,<br />
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.</p>
<p>1946</p></div>
<div class="posts">
<p><a name="91913116"><strong></strong></a><a class="byline" href="http://myskul.wordpress.com/wp-admin/2003_03_30_archive.html#91913116#91913116"><span style="font-size:x-small;color:#000000;"><span style="font-size:xx-small;">Posted 5:57 AM</span></span></a><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:xx-small;color:#333333;"> by damar </span></span></p>
<p>MALAM DI PEGUNUNGAN</p>
<p>Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,<br />
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?<br />
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:<br />
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!</p>
<p>1947</p></div>
<div class="posts">
<p><a name="91913097"><strong></strong><br />
<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#105cb6;">YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS</span></span></a><a class="byline" href="http://myskul.wordpress.com/wp-admin/2003_03_30_archive.html#91913097#91913097"><span style="font-size:x-small;color:#000000;"><span style="font-size:xx-small;">Posted 5:57 AM</span></span></a><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:xx-small;color:#333333;"> by damar </span></span></p>
<p>kelam dan angin lalu mempesiang diriku,<br />
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,<br />
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu</p>
<p>di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin</p>
<p>aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang<br />
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;<br />
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang</p>
<p>tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku</p>
<p>1949</p></div>
<div class="posts">
<p><a name="91912898"><strong></strong><br />
<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#105cb6;">DERAI DERAI CEMARA</span></span></a><a class="byline" href="http://myskul.wordpress.com/wp-admin/2003_03_30_archive.html#91912898#91912898"><span style="font-size:x-small;color:#000000;"><span style="font-size:xx-small;">Posted 5:53 AM</span></span></a><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:xx-small;color:#333333;"> by damar</span></span></p>
<p>cemara menderai sampai jauh<br />
terasa hari akan jadi malam<br />
ada beberapa dahan di tingkap merapuh<br />
dipukul angin yang terpendam</p>
<p>aku sekarang orangnya bisa tahan<br />
sudah berapa waktu bukan kanak lagi<br />
tapi dulu memang ada suatu bahan<br />
yang bukan dasar perhitungan kini</p>
<p>hidup hanya menunda kekalahan<br />
tambah terasing dari cinta sekolah rendah<br />
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan<br />
sebelum pada akhirnya kita menyerah</p>
<p>1949</p></div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/myskul.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/myskul.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myskul.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myskul.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myskul.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myskul.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myskul.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myskul.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myskul.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myskul.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myskul.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myskul.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=30&subd=myskul&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myskul.wordpress.com/2008/05/31/kumpulan-puisi-chairil-anwar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c82b2d100a59ee4b669b9c1bfdb04438?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myskul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" medium="image">
			<media:title type="html">8)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" medium="image">
			<media:title type="html">8)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" medium="image">
			<media:title type="html">8)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KATA PENGANTAR</title>
		<link>http://myskul.wordpress.com/2008/02/26/10/</link>
		<comments>http://myskul.wordpress.com/2008/02/26/10/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 07:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>myskul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://myskul.wordpress.com/2008/02/26/10/</guid>
		<description><![CDATA[
Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga saya dapat membuat blog ini dengan lancar. Saya sebelumnya mengucapkan banyak terima kasih karena anda telah berkunjung ke blog saya. Saya sebelumnya mohon maaf apabila di dalam blog saya kurang lengkap. Saya juga mengharapkan kritik dan saran guna memperbaiki blog ini. 

Malang, 11 April 2008

PENULIS



   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=10&subd=myskul&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="damar.jpg" href="http://myskul.files.wordpress.com/2008/02/damar.jpg"><img src="http://myskul.files.wordpress.com/2008/02/damar.thumbnail.jpg" alt="damar.jpg" /></a></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga saya dapat membuat blog ini dengan lancar. Saya sebelumnya mengucapkan banyak terima kasih karena anda telah berkunjung ke blog saya. Saya sebelumnya mohon maaf apabila di dalam blog saya kurang lengkap. Saya juga mengharapkan kritik dan saran guna memperbaiki blog ini. </strong></span></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:right;"><span style="color:#800000;"><strong>Malang, 11 April 2008</strong></span></p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;"><span style="color:#800000;"><strong>PENULIS</strong></span></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#993300;"><strong><br />
</strong></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/myskul.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/myskul.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/myskul.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/myskul.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/myskul.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/myskul.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/myskul.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/myskul.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/myskul.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/myskul.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/myskul.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/myskul.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=myskul.wordpress.com&blog=2256129&post=10&subd=myskul&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://myskul.wordpress.com/2008/02/26/10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c82b2d100a59ee4b669b9c1bfdb04438?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">myskul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myskul.files.wordpress.com/2008/02/damar.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">damar.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>