Ditetapkan untuk Mati tapi Hidup dan Bernyanyi AMSat, 14 Jun 2008 02:57:09 +000057Sabtu 11 , 2008
Posted by myskul in Kesaksian.add a comment
Ditetapkan untuk Mati tapi Hidup dan Bernyanyi
Submitted by admin on Sel, 23/01/2007 – 12:07. » Kategori : Pertobatan
Terbayang suatu ingatan yang menyakitkan, jika Gloria Atmaja mengetahui penyebab atas keadaannya sekarang ini. Gloria mengalami tekanan batin yang amat dalam, karena keadaan fisik yang sangat tidak menguntungkan dan tidak memungkinkan bekerja di perusahaan, begitu juga keadaan ekonomi yang kurang sehingga tidak dapat melanjutkan ke universitas. Gloria lahir dalam keadaan cacat pada kedua tangan dan kakinya. (lagi…)
Kesaksian AMSat, 14 Jun 2008 02:53:08 +000053Sabtu 11 , 2008
Posted by myskul in Kesaksian.add a comment
Aku benar-benar tidak menduga ibu yang benar-benar baik harus meninggal karena keracunan gas dikamar mandi. Aku sangat terkejut dan menangis sejadi-jadinya melihat tubuh ibu terbujur kaku, dan dengan penuh kemarahan dan kebencian aku berkata pada Tuhan, “Tuhan, mengapa Engkau tidak menjaga ibuku? (lagi…)
Chairil Anwar AMThu, 05 Jun 2008 07:15:54 +000015Kamis 11 , 2008
Posted by myskul in Chairil Anwar.add a comment
== Masa kecil ==
Dilahirkan di Medan, Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, yang bekerja sebagai pamongpraja. Dari pihak ibunya, Saleha dia masih punya pertalian keluarga dengan [[Sutan Sjahrir]], [[Perdana Menteri]] pertama Indonesia. <ref>[http://sasteramaya.tripod.com/ChairilAnwar.htm Artikel tentang Chairil Anwar, awalnya dimuat di Suara Merdeka]</ref>
Chairil masuk Hollands Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu penjajah Belanda. <ref>http://www.seasite.niu.edu/flin/literature/chairil-anwar_lat15.html</ref> Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah menengah pertama belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.<ref>http://www.kirjasto.sci.fi/chairil.htm</ref>
Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastera. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.
Puisi Cinta Chairil Anwar AMThu, 05 Jun 2008 06:51:57 +000051Kamis 11 , 2008
Posted by myskul in Chairil Anwar.3 comments
Puisi-puisi Cinta Chairil yang Menggetarkan
Oleh
Tjahjono Widarmanto
Memperbincangkan kesusastraan Indonesia, mustahil tanpa menyebut sosok Chairil Anwar. Namanya menjadi bagian tak terpisahkan bagi terbentuknya identitas kesusastraan Indonesia, khususnya identitas sastra puisi Indonesia. Sampai sekarang namanya menjadi mitos dan paling banyak diperbincangkan dalam khazanah sastra Indonesia.
Ialah yang dianggap meletakkan dasar perpuisian modern Indonesia, yang mengembangkan estetika Indonesia modern dengan bentuk yang ekspresif, liar, berani, dan tak beraturan.
Membicarakan puisi-puisi Chairil Anwar, orang akan mempertautkan dengan vitalitas, ego, dan spirit individualis dalam diri Chairil yang memang tersirat dalam banyak sajaknya (bahkan cara hidupnya). Hal itu memang telah menjadi pilihan konsep estetika Chairil, seperti yang diteriakkannya dalam pidatonya:
…Vitalitas adalah sesuatu yang tak bisa dielakkan dalam mencapai suatu keindahan. Dalam seni; vitalitas itu Chaotischvoorstadium, keindahan kosmich eindstadium…
(lagi…)
Ialah yang dianggap meletakkan dasar perpuisian modern Indonesia, yang mengembangkan estetika Indonesia modern dengan bentuk yang ekspresif, liar, berani, dan tak beraturan.
Membicarakan puisi-puisi Chairil Anwar, orang akan mempertautkan dengan vitalitas, ego, dan spirit individualis dalam diri Chairil yang memang tersirat dalam banyak sajaknya (bahkan cara hidupnya). Hal itu memang telah menjadi pilihan konsep estetika Chairil, seperti yang diteriakkannya dalam pidatonya:
…Vitalitas adalah sesuatu yang tak bisa dielakkan dalam mencapai suatu keindahan. Dalam seni; vitalitas itu Chaotischvoorstadium, keindahan kosmich eindstadium…
Sajak Chairil Anwar AMThu, 05 Jun 2008 06:46:24 +000046Kamis 11 , 2008
Posted by myskul in Chairil Anwar.add a comment